Saudariku.... terkadang
begitu berat mengubah kebiasaan yang melenakan diri sehari, sebulan setahun
bahkan seumur hidup kita. Apalagi bila kebiasaan itu harus dirubah dan diganti
kebiasaan yang menambah beban diri.... Tapi saudariku... ada yang harus kita
renungkan. Silakan simak artikel dibawah ini, dan sebarkan sehingga menjadi
amal sholeh kita, amiin.
wihans.web.id
: Dimulai
dari zaman Mesir Kuno, orang Mesir kuno sudah mengenal pembalut yang pada saat
itu masih terbuat dari daun papyrus yang dilembutkan dan bentuknya seperti
tampon. Lalu berkembang di Yunani kuno dengan menggunakan bahan kapas halus dan
dan dibungkus kayu kecil.
Berbagai macam bahan
yang digunakan untuk pembalut wanita seperti rumput kering , wol, kapas, kain
bekas, maupun serat sayuran. Bentuknya yiaitu dimasukan kedalam kantong dan
diselipkan di antara kedua kaki.
Pada tahun 1867
ditemukan menstrual cup (mangkuk menstruasi). Mangkuk ini diletakan kedalam
kantong kain yang dihubungkan dengan belt yang diikat di pinggang. Pada saat
itu, wanita tidak menggunakan apa-apa dibalik roknya, sehingga jika sedang
menstruasi, mereka memakai pembalut tersebut.
Pada tahun 1876,
bahan dari mangkuk menstruasi tersebut diganti bahannya menjadi bahan karet
yang memungkinkan dapat menampung darah haid, lalu terus mengalir melalui
selang menuju ke kantong penampungan yang digunakan diluar badan. Namun, yang
menggunakan menstrual cup hanya orang-orang tertentu saja. Orang miskin masih
menggunkan kain yang bisa dicuci sehingga bisa dipakai berulang kali, karena
mereka tidak sanggup membeli menstrual cup.
Barulah pada perang
dunia pertama, cikal bakal disposable pads (pembalut sekarang ini) ditemukan.
Seorang perawat Perang Dunia pertama, ketika itu mereka menyadari bahwa
pembalut yang mereka gunakan untuk membalut luka tentara ternyata bisa mereka
gunakan ketika haid. Lalu pada tahun 1900-an, disposable pads dibuat.
K****x adalah brand
pertama untuk pembalut yang dilaunched di Amerika pada tahun 1920.?
Inovasi pun terjadi.
Pada tahun 1960-an, pembalut yang menggunakan belt mulai digantikan dengan
pembalut yang menggunakan lem. Lem tersebut berfungsi untuk menahan pada bagian
bawah celana dalam. Bahannya pun diganti, yang awalnya memakai bahan wood fiber
dan cotton fiber, hingga bahan-bahan lainnya seperti jel.
Cek hiegienis produk
Napkin yang anda pakai!! karena menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan
penderita kanker mulut rahim:*** NO.1 di dunia, dan 62% salah satunya
diakibatkan oleh penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas !!!!
Di RSCM : 400 Pasien
Kanker Leher Rahim baru setiap Tahun.Di RSCM kematian akibat Kanker Serviks
sekitar 66%Mayoritas penderita datang dalam kondisi stadium lanjutTingkat
Kesadaran deteksi dini masih rendah.
Cara pengecekan :
Sobek produk pembalut anda, ambil bagian inti didalamnya.Ambil segelas air
putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.Ambil sebagian
dari lembaran inti pembalut anda dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk
dengan sumpit.Lihat perubahan warna air (karena kalo hieginis dan
bersih,seharusnya air akan tetap jernih). Lihat apakah produk tersebut
tetap utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda
menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih
( bayclin )
Dan dari produk yang
kurang berkualitas tersebutlah yang sering menyebabkan di bagian intim wanita
selalu mengalami banyak masalah : Keputihan,-Gatal-gatal-Iritasidan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar