Selamat datang di gerai kami, terlengkap dan termurah.

Kamis, 31 Desember 2015

PEMBALUT CUCI ULANG

Saudariku.... terkadang begitu berat mengubah kebiasaan yang melenakan diri sehari, sebulan setahun bahkan seumur hidup kita. Apalagi bila kebiasaan itu harus dirubah dan diganti kebiasaan yang menambah beban diri.... Tapi saudariku... ada yang harus kita renungkan. Silakan simak artikel dibawah ini, dan sebarkan sehingga menjadi amal sholeh kita, amiin.

wihans.web.id : Dimulai dari zaman Mesir Kuno, orang Mesir kuno sudah mengenal pembalut yang pada saat itu masih terbuat dari daun papyrus yang dilembutkan dan bentuknya seperti tampon. Lalu berkembang di Yunani kuno dengan menggunakan bahan kapas halus dan dan dibungkus kayu kecil.
Berbagai macam bahan yang digunakan untuk pembalut wanita seperti rumput kering , wol, kapas, kain bekas, maupun serat sayuran. Bentuknya yiaitu dimasukan kedalam kantong dan diselipkan di antara kedua kaki.
Pada tahun 1867 ditemukan menstrual cup (mangkuk menstruasi). Mangkuk ini diletakan kedalam kantong kain yang dihubungkan dengan belt yang diikat di pinggang. Pada saat itu, wanita tidak menggunakan apa-apa dibalik roknya, sehingga jika sedang menstruasi, mereka memakai pembalut tersebut.


Pada tahun 1876, bahan dari mangkuk menstruasi tersebut diganti bahannya menjadi bahan karet yang memungkinkan dapat menampung darah haid, lalu terus mengalir melalui selang menuju ke kantong penampungan yang digunakan diluar badan. Namun, yang menggunakan menstrual cup hanya orang-orang tertentu saja. Orang miskin masih menggunkan kain yang bisa dicuci sehingga bisa dipakai berulang kali, karena mereka tidak sanggup membeli menstrual cup.
Barulah pada perang dunia pertama, cikal bakal disposable pads (pembalut sekarang ini) ditemukan. Seorang perawat Perang Dunia pertama, ketika itu mereka menyadari bahwa pembalut yang mereka gunakan untuk membalut luka tentara ternyata bisa mereka gunakan ketika haid. Lalu pada tahun 1900-an, disposable pads dibuat.
K****x adalah brand pertama untuk pembalut yang dilaunched di Amerika pada tahun 1920.?
Inovasi pun terjadi. Pada tahun 1960-an, pembalut yang menggunakan belt mulai digantikan dengan pembalut yang menggunakan lem. Lem tersebut berfungsi untuk menahan pada bagian bawah celana dalam. Bahannya pun diganti, yang awalnya memakai bahan wood fiber dan cotton fiber, hingga bahan-bahan lainnya seperti jel.
Cek hiegienis produk Napkin yang anda pakai!! karena menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim:*** NO.1 di dunia, dan 62% salah satunya diakibatkan oleh penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas !!!!
Di RSCM : 400 Pasien Kanker Leher Rahim baru setiap Tahun.Di RSCM kematian akibat Kanker Serviks sekitar 66%Mayoritas penderita datang dalam kondisi stadium lanjutTingkat Kesadaran deteksi dini masih rendah.
Cara pengecekan : Sobek produk pembalut anda, ambil bagian inti didalamnya.Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut anda dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk dengan sumpit.Lihat perubahan warna air (karena kalo hieginis dan bersih,seharusnya air akan tetap jernih). Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih ( bayclin )

Dan dari produk yang kurang berkualitas tersebutlah yang sering menyebabkan di bagian intim wanita selalu mengalami banyak masalah : Keputihan,-Gatal-gatal-Iritasidan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar