Selamat datang di gerai kami, terlengkap dan termurah.

Sabtu, 17 September 2011

TIPS : 8 SIKAP PENGHAMBAT KESUKSESAN



1.     Sikap Arogansi.
      Merasa diri sendiri paling benar, tidak mau terima kritik membangun dan          tidak mau introspeksi diri.      

2.     Sikap “One Man Show”
      Selalu merasa dapat mengerjakan segalanya sendiri, tidak bisa bekerja secara “team work” dan selalu ingin menonjolkan diri sendiri, ingin menjadi pusat       perhatian.

3.     Sikap Perfeksionis.
      Selalu ingin sempurna bagi dirinya sendiri, sedangkan orang lain selalu salah.    Orang seperti ini tidak bisa bekerja dengan sarana apa adanya.

4.     Sikap Apatis / Pesimis.
      Merupakan salah hasil dari “negative thinking”, selalu serba salah dalam          bersikap, tidak punya semangat bekerja, cepat menyerah.

5.     Sikap Kekanak-kanakan.
      Orang seperti ini bekerja hanya berdasarkan “Mood” nya sendiri dan kurang   dewasa dalam bersikap, sehingga tidak bisa diandalkan oleh perusahaan.

6.     Sikap Prasangka Buruk.
      Selalu curiga terhadap teman mau pun atasan, hidupnya selalu dengan    perasaan was-was dan tidak bisa bekerja/berkarya dengan maksimal karena      waktu dan energi nya habis dikuras untuk berprasangka buruk terhadap     orang lain

7.     Sikap Plin-Plan / Tidak Fokus.
      Ada 2 kemungkinan ; a. tidak pernah punya rencana dalam bekerja, b. terlalu    banyak rencana, tapi tidak tahu mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu.          Orang seperti ini bahkan tidak pernah yakin dengan ucapan dan tindakannya             sendiri. Jadi seperti orang yang berjalan ditempat
      Bukankah untuk bisa mendapatkan hasil “buruan” kita harus focus dalam         membidik “target” kita ???

8.     Sikap Pemberontak/Tidak Patuh.
      Bagi Orang seperti ini tidak punya rasa disiplin terhadap peraturan dan cenderung “semau gue”dan susah diatur atau pun diajak kerjasama baginya           Peraturan dibuat untuk dilanggar.
      Disiplin dalam bekerja adalah salah kata kunci menuju sukses.

Uang Memang Bukanlah Segalanya,
Tapi Segala Sesuatu Membutuhkan Uang

TIPS : 8 LANGKAH MENUJU SUKSES UNTUK MARKETING


1.     Kenali Dirimu Sendiri
      Diri Anda adalah modal utama untuk menuju sukses, hargai diri Anda,    cobalah jujur pada diri sendiri dan temukan sifat-sifat negative dan positif      pada diri Anda, kubur sifat negative, galilah sifat positif yang ada pada diri      Anda .  Diri Anda adalah seperti apa yang Anda pikirkan !!!

2.     Temukan & Wujudkan Mimpi mu.
      Sukses diawali dengan mimpi, mungkin kita tidak dapat mewujudkan semua  mimpi kita, tapi tanpa impian kita tidak akan menjadi apa-apa. Jangan Takut  untuk bermimpi bukankah mimpi itu gratis??
      Mimpi adalah harapan dan tujuan/arah hidup.

3.     Miliki Sikap Orang Sukses.
      Sikap orang sukses ; selalu penuh semangat dan gairah hidup dan bersikap  mental positif  dan pantang menyerah (tekun)
      (Opportunity is “Now Here” not “Nowhere”)

4.     Tentukan Target “Goals” dalam Hidup Anda.
      Setidaknya ada 7 target yang harus Anda miliki ; Target Finansial ( kapan Anda akan mencapai kebebasan finansial?), Target Keluarga (Kapan mau nikah?,  Anak mau disekolahkan kemana?), Target Spritual (Kapan mau Naik Haji   ke Mekah?), Target Karir (ingin punya usaha sendiri?), Target Pribadi       (kapan mau punya rumah dan mobil sendiri?), Target Sosial (Jangan batasi        kelompok social mana yang Anda akan masuki?), Target Kesehatan   (Programkan Jadwal Olahraga, Medical Check Up, Rekreasi?)

5.     Bekerja adalah Ibadah.
      Bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab (amanah), bekerja dengan rasa Iklas dan syukur, karena bekerja adalah karunia karena tidak semua orang  punya kesempatan seperti yang Anda miliki.

6.     Buat Rencana Kerja dan Kerjakan Rencana Anda
      Jadilah insan yang “Kerja Pintar” bukan “Pintar Kerja”, jangan jadi orang yang “NATO (No Action Talk Only)

7.     Intropeksi diri (belajar dari kesalahan)
      Belajarlah dari kesalahan dan kegagalan, karena tidak ada keberhasilan  yang dapat dicapai tanpa melalui kegagalan terdahulu.

8.     Bergembiralah (Having Fun).
      Bekerjalah dengan senang hati dengan mencintai pekerjaan Anda. Sebagai  "Marketing" Anda akan memperoleh teman baru setiap saat, banyak teman     berarti “banyak rejeki”.
      90 % orang sukses di dunia adalah Orang Marketing bukab pegawai      dan      faktanya adalah Orang-orang Sukses cenderung hidup lebih bergairah,            sehat, bahagia dan panjang umur.  Bukankah itu tujuan hidup Kita???


Uang Memang Bukanlah Segalanya,
Tapi Segala Sesuatu Membutuhkan Uang

Sabtu, 10 September 2011

Surat Cinta untuk Murobbi

Romantisme Tarbiyah  (Sebuah Resensi)                               
dakwatuna.com - Awalnya, aku buta agama. Kemudian Allah membimbingku untuk mengenal sebuah nama, Tarbiyah. Maknanya adalah pendidikan. Pendidikan dalam seluruh aspeknya. Bukan sekedar pendidikan formal di bangku sekolah yang hanya mengejar ijazah. Tarbiyah bukan pula formalitas kosong yang minim makna. Maka, Tarbiyah kumaknai sebagai pendidikan asasi untuk menemukan jati diri kita yang sebenarnya.
Setelah perkenalanku dengannya, dunia serasa indah adanya. Bagaimana tidak kawan? Aku semakin mengetahui eksistensi diriku. Dari mana aku berasal? Untuk apa aku dicipta? Dan bagaimana seharusnya kujalani kehidupan yang dianugerahkan ini? Semuanya kutemukan dalam tarbiyah. Belum lagi keberadaan insan-insan Tarbiyah yang selalu menginspirasi.
Ada seorang ibu dengan 13 orang anak luar biasanya, Sebuah keluarga dengan 10 mujahid pencinta Al Qur’an, Para lelaki parlente yang cinta masjid, Ummahat anggun yang menjaga diri dengan hijab syar’i, Pekerja kantoran yang taat shalat, Pelajar pas-pasan yang menghargai waktu, Dan Para kuli yang senantiasa bercita-cita menjejakkan kakinya di surga, serta aneka profil lainnya yang sungguh sayang jika dilewatkan tanpa makna.
Maka, mengenal tarbiyah adalah syukur yang tak bertepi. Ketika ukhuwah manis rasanya, ia lebih indah dari pelangi. Ia lebih hangat dari sang surya ketika Dhuha, ia lebih sejuk dibanding mata air di tengah sahara. Dalam tarbiyah, ukhuwah adalah perekat yang kelak mengantarkan para pelakunya untuk reuni di surgaNya. Amiin.
Tarbiyah, membuat ukhuwah nampak luar biasa. Ia bukanlah basa basi tanpa arti. Ia benar-benar lahir dari lubuk yang paling dalam. Maka, meski mata tak pernah bersitatap, meski raga tak kunjung jua berjumpa, para pelaku Tarbiyah senantiasa berpelukan hatinya. Berpelukan dalam taqwa, berpelukan dalam rangka mencintaNya.
Bagi Anda yang belum kenal Tarbiyah, buku ini, mudah-mudahan, menjadi salah satu  sarana untuk memasukinya. Sebuah buku yang ditulis dengan rasa Cinta. Buku yang lahir ketika rindu berada di puncaknya. Buku yang setidaknya mengajarkan sebuah makna : Bahwa tarbiyah Indah karena cinta tulus para pelakunya.
Buku yang ditulis oleh 43 pelaku tarbiyah dari seluruh penjuru negeri ini, merupakan sebuah karya yang lahir dari rahim Tarbiyah. Ia merupakan hasil dari kegundahan yang tak bertepi. Kegundahan asasi bahwa Tarbiyah adalah Karya. Semoga dari buku ini, kita makin berubah dengan Tarbiyah.
Buku ini, merupakan nyanyian cinta dari para binaan kepada pembinanya. Nyanyian rindu dari para santri kepada ustadznya. Lebih jauh, buku ini adalah doa tulus bagi sesama pejuang kebaikan, agar ia istiqamah hingga penghujung usia pelakunya.
Buku yang diterbitkan bulan Juli ini, terasa lebih bermakna, karena para koordinator naskah telah berdarah-darah hingga buku ini selamat ‘persalinannya’. Semoga Allah memberi balasan terbaik atas semua yang telah dikorbankan. Semoga Allah membalas lunas kepada semua insan yang telah menebarkan kebaikan. Semoga Allah memberi ganjaran tunai kepada siapa yang telah berhasil Merahmatkan Islam bagi semesta Raya.
Salam Tarbiyah!!! Semoga negeri ini menjadi lebih berkah karena benarnya Tarbiyah. Tarbiyah yang orientasinya adalah Dakwah, meninggikan kalimatNya. Bukan sekedar banyaknya suara untuk memenangkan kursi sebanyak-banyaknya …
Mari, Rubah diri dengan Tarbiyah… kemudian bersama menikmati tarbiyah. Karena Tarbiyah, Dunia ini indah adanya. Karena Tarbiyah, Akhirat pun terasa dekat, meski fisik masih di dunia. Maka, merugilah bagi mereka yang tidak mau mentarbiyah diri, dalam berbagai macam maknanya…


"Kusebut Ia, Angkasa Sang Bunga Peradaban"

dakwatuna.com 
Langit baru saja terbangun dari malamnya                       
lalu rona merekah merah di kaki anak bukit
dibawah cakrawala angkasa-angkasa tegak
kaki-kakinya terhujam ke bumi
tunduk, melantun pada doa-doa
yang sejak gelap subuh ia lafalkan
dalam tahajud-tahajudnya
dalam sujud-sujudnya
dan ini adalah cerita angkasa
yang teguh menjaga
saat terik masih saja merah
dan ini adalah kisah angkasa
yang tak pernah mengeja jasa
karena diatas horison sana
telah ditata
lalu angkasa-angkasa?
cakrawala begitu iba
lalu ia menggantung teduh
mencurah bening cintanya
pada manusia-manusia
pada angkasa-angkasa
tapi mengapa?
bukankah angkasa tak perlu teduh?
angkasa hanyalah manusia
yang kueja ‘akhwat anggun nan perkasa’
Kueja kembali, dan kusebut ia Angkasa sang bunga peradaban…
@markaz pribadiku, memoar mega mendung
langkah kecil untuk ribuan langkah yg harus ditapaki..
Bismillah!! Hamasah…!

Ary Ginanjar: Pendidikan Karakter dan Moral Bangsa Bisa Lenyap






dakwatuna.com – Motivator ternama Indonesia, Ary Ginanjar Agustian, mengajak pemerintah dan seluruh civitas akademika untuk mengedepankan pendidikan karakter di tingkat perguruan tinggi jika tidak ingin moral bangsa ini lenyap dalam 20 tahun ke depan.
“Bukan lagi demonstrasi, tapi sudah diatas demonstrasi, arahnya sudah bisa dikatakan anarkis. 20-50 tahun kedepan kalau mereka jadi pejabat apa yang terjadi dengan bangsa kita,” tandasnya di depan pimpinan perguruan tinggi, tokoh pendidikan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Sulsel dalam dialog publik bertajuk “Revitalisasi Karakter Masyarakat Sulsel Berbasis Kearifan Lokal” di Makassar, Jumat.
Ia mengemukakan, aksi unjuk rasa mahasiswa yang kerap berakhir anarkis khususnya di Sulsel, sudah mengarah pada pembentukan karakter, sehingga harus segera diakhiri.
Ary mengemukakan, moral bangsa ini hanya bisa bagus apabila pola pendidikan tidak hanya mengedepankan kecerdasan intelektual, tetapi harus dipadukan dengan kecerdasan emosional dan spiritual.
“Harus memandang serius, ini bukan hanya merusak moral, tapi juga politik dan ekonomi. Krisis moral luar biasa. Ekonomi tumbuh pesat, tapi moral hancur apakah ini yang diinginkan?. Kita jadi homo homini lupus,” ucapnya.
Ia mencontohkan kerusakan moral generasi bangsa Indonesia dari peningkatan tajam pengguna narkoba yakni 3,5 juta di 2008, 4,5, juta di 2009, dan 6 juta di 2010, serta larisnya kondom jelang pengumuman Ujian Akhir Nasional tingkat SMU.
Pola pendidikan di Indonesia dikemukakan Ary ibarat gunung di tengah lautan yang hanya memperhatikan di atas permukaan saja, sementara di bawah permukaan diabaikan, yang suatu saat gunung tersebut akan runtuh karena bagian bawah terkikis oleh ombak.
“Kalau intelektual terpisah dengan emosional dan spiritual maka akan lahir anarkis. Berbahaya kalau seseorang yang cerdas, yang paham Undang-Undang tapi moral rusak. Manusia yang lebih berbahaya dari bom atom. Setiap tahun berapa universitas yang memproduksi orang-orang seperti ini,” ucapnya.
Meski sering demonstrasi anarkis, namun Ary tidak sependapat jika mahasiswa Sulsel terus-menerus disalahkan, sebab dibalik itu, lanjut dia, karakter masyarakat Sulsel setara dengan karakter orang Jepang.
“Konsep Jepang hanya dimiliki Sulsel, masalahnya tidak dikelola, bocor sana-sini,” ucapnya
Konsep “Siri Napacce” yang menjadi karakter masyarakat Sulsel, jika dipadukan dalam kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, disebut Ary adalah energi besar yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan negara.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu`mang, Wakapolda Sulselbar, Brigjen Pol Syahrul Mamma, pemilik Harian Fajar, HM Alwi Hamu, juga menjadi nara sumber dalam dialog yang dipandu Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, SH.
Sementara Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Prof DR Halide juga tidak sependapat jika mahasiswa yang terus disalahkan saat terjadi demo anarkis, tetapi aparat kepolisian diminta tegas dan konsisten dalam menegakkan aturan.
Ia juga meminta kepada seluruh media massa untuk berhenti menyajikan berita-berita aksi ujuk rasa mahasiswa yang anarkis. (ANT-099/S016/Ruslan Burhani/Ant)